Pengalaman Terkena Alter Ego Hingga Berakhir Di Jeruji Besi, Menghasilkan Sebuah Teori

Pengalaman Terkena Alter Ego Hingga Berakhir Di Jeruji Besi, Menghasilkan Sebuah Teori

 Alter ego kondisi dimana seseorang mengalami masalah dengan kepribadian yang bisa mempengaruhi kondisi kejiwaan seseorang, bahasa alter ego sering digunakan oleh orang amerika, yang salah satunya merujuk pada gangguan yang berhubungan dengan alam bawah sadar  dan dunia diluar jangkauan kita atau jin, konon seseorang bisa mengalami alter ego mampu mendapatkan informasi yang belum pernah dia dapatkan sebelumnya karena informasi ini di kirimkan oleh makhluk di luar jangkauan kita dalam hal ini adalah jin. 

Meskipun rata rata orang Amerika tidak mempercayai adanya jin, mereka mengakui bahwa alter ego merupakan kondisi dimana ilmu ilmiah tidak bisa menjabarkan mengapa hal ini bisa terjadi dan hanya 1% saja orang diseluruh dunia yang mengalami ini justru mendapatkan pengetahuan yang belum pernah dia tahu sebelumnya, misalnya saja seseorang yang mengalami alter ego tiba-tiba bisa berbahasa Jepang atau bahasa lain yang belum pernah dipelajari atau tiba tiba tahu masa lalu orang orang penting dunia, bahkan mendapatkan kilas balik keadaan masa lalu dalam ingatan. 

Alter ego bisa dikatakan hampir sama dengan gangguan kejiwaan atau gila, namun yang mengalami alter ego akan mengingat setiap kejadian atau tingkah aneh diluar nalar yang dilakukan nya, yap, kondisi ketika alter ego ini dapat mempengaruhi prilaku seseorang atau bisa juga disebut sebagai kepribadian ganda bahkan mengalami prilaku yang kritis misalnya memikirkan masa depan hingga menalar apa yang terjadi setelah kematian. 

Kali ini saya akan mengisahkan pengalaman pribadi ketika mengalami alter ego yang sangat memilukan hingga berakhir di jeruji besi

Kisah dimulai saat saya mengikuti pelatihan atau kursus disebuah badan ketenagakerjaan dengan mengambil pelatihan bahasa Jepang sambil mendalami ilmu agama atau pesantren. 

Saat itu saya sangat antusias sekali dengan program ini karena bisa menjalankan pelatihan bahasa Jepang secara gratis dengan potensi mendapatkan pekerjaan magang di negeri sakura sana. 

Tidak mudah memang belajar bahasa Jepang, yang ternyata bukan cuman bahasa ucapan saja, tetapi juga sastra nya yang sangat rumit bagi saya, disana saya juga dikelilingi oleh teman teman yang sangat ambisius, senpai yang berpengalaman, hingga sensei yang terampil melakukan aktivitas pembelajaran. 

Entah karena terlalu lelah atau terlalu bingung dengan materi yang saya anggap rumit, tingkah dan pemikiran aneh mulai menghantui saya dimana saking rumit nya sastra Jepang ini membuat hari hari semakin gila. Saya mulai merasakan firasat yang gaib, seperti saya ini dipantau atau diawasi oleh setiap orang, serta ada suara ditelinga saya, yang membuat semakin bingung adalah setiap yang saya lakukan selalu tersambung dengan kondisi sekitar atau orang lain.

Berikut adalah hal gila yang saya alami sebelum dan setelah mengidap alter ego

Berjalan sejauh 28 km dalam waktu 7 jam

Sehabis melakukan aktivitas pembelajaran kursus tersebut secara tidak logis, akhirnya saya berjalan pulang ke rumah dengan perjalanan sejauh 28 km tanpa henti selama 7 jam dimulai dari jam 06.00 sampai jam 01.00. Itu merupakan suatu hal yang gila bagi setiap orang karena perjalanan sejauh itu dengan jalan kaki bisa membuat kita kehabisan tenaga.

Melihat loncatan waktu

Kala itu, entah pada jangka waktu ke berapa, saya melihat sendiri dengan mata kepala bahwa adik saya tiba tiba menghilang dari pandangan saya (menuju ke pagar masjid) kemudian tiba-tiba muncul di depan rumah, ini merupakan hal yang tidak masuk akal menurut saya mengapa orang yang maju kedepan tiba tiba ada dibelakang, sayapun menyimpulkan bahwa ada loncatan waktu secara gaib dan mungkin hanya dilihat oleh saya sendiri. 

Kesimpulan seperti itu saya dapat karena di dalam dunia 4 dimensi dalam hal ini dunia jin dan sejenisnya, tidak ada yang namanya waktu atau tempat, sehingga memungkinkan hal ini terjadi, ketika manusia hampir saja memasuki dunia 4 dimensi atau terhubung dengan nya. 

Melihat makhluk tidak kasat mata

Di dunia ini memang kita tidak sendiri, tedapat makhluk yang hidup diluar dunia kita termasuk yang disebut kan dalam al-quran, bahwa yang gaib itu nyata dan benar adanya, entah disebut setan atau jin dalam hati saya merasa ada sesuatu yang aneh yaitu ada perasaan dimana suasana terasa berbeda, badan terasa dingin, dan udara begitu berbeda yang belum pernah saya rasakan sebelum nya.

Waktu itu saya melihat sebuah sosok hitam di jendela rumah tetangga saya, secara mengejutkan saya hanya merespon makhluk itu dengan mengejeknya dengan mengeluarkan lidah seolah tak takut, waktu itu memang pada sore hari. 

Berpikir aneh seolah melihat zona waktu

Ketika saya mengalami alter ego, pikiran seperti melakukan kegiatan overthinking hingga memikirkan hal diluar logika, dimana saya seolah bisa memperkirakan keadaan dunia, kemampuan manusia sesungguhnya, pembacaan hubungan antara garis takdir dan perilaku manusia, dimana setiap tindakan yang berhubungan dengan agama telah saya baca. 

Ketika saya mengalami alter ego bukan cuman pemikiran kritis yang saya rasakan tetapi saya juga merasakan perilaku aneh dimana saya tiba-tiba berlari tanpa sebab seolah-olah akan ada marabahaya terjadi dan saya merasa sedang menolak kejadian tersebut. 

Ini memunculkan firasat bahwa garis takdir dan apa yang kita lakukan benar-benar berjalan beriringan dan saya pun tidak bisa mendeskripsikan bagaimana garis takdir ini bekerja pada sebuah peristiwa yang berhubungan langsung dengan manusia

Disekap oleh keluarga sendiri

Awal kejadian ini saya merasakan kebingungan yang luar biasa mengapa semua orang bertingkah aneh, dan miris nya saya justru disekap oleh keluarga sendiri ketika saya sedang berjalan kaki menuju sekolah saya dulu. Memang saya sering kali berteriak dan membaca surat al fatihah sambil berlari, memang tidak masuk akal tetapi saya mengingat semua kejadian yang terjadi dan memberikan alasan dibalik semua tindakan itu, mungkin saja jin Arab yang mencoba merasuki saat itu, aneh nya saya pun mendapatkan informasi mengenai agama Islam, asal usul kakbah dan beberapa hal yang belum saya pelajari sebelum nya. 

Mungkin perilaku aneh inilah yang membuat keluarga saya memilih untuk menyekap saya secara paksa dengan memasukan saya ke mobil untuk dibawa ke pesantren yang menangani pengobatan penyakit kejiwaan. 


Pengalaman paling pahit berada di jeruji besi

Pesantren pengobatan untuk penyakit kejiwaan ini sangatlah ekstrim dimana setiap pasien nya dikurung di dalam jeruji besi bahkan sampai ada ruang penyiksaan dan rantai pada satu kaki. 

Awal awal saya di paksa kesini saya langsung dimasukan ke dalam jeruji besi secara paksa bahkan bisa dibilang sadis yang dilakukan oleh orang berbadan besar. 

Saya benar benar kebingungan pada saat itu, apa yang terjadi sebenarnya dan mengapa saya bisa berada disini, hal aneh terjadi lagi ketika beberapa detik setelah saya dimasukan kedalam jeruji besi, saya kembali mengalami loncatan waktu, tiba-tiba ada makanan didepan jeruji belum sampai saya berkedip dengan tingkat kesadaran 90% itu terjadi begitu cepat. 

Dengan begitu bingung saya memakan hidangan tersebut sambil melamun dan tak henti hentinya memikirkan apa yang terjadi. 

Dan saya memulai memikirkan keberadaan Tuhan dan hubungan nya, dengan manusia sebagai ciptaannya, saya mempercayai agama saya yaitu islam dan mulai melakukan ibadah shalat berharap diberikan petunjuk dan jalan. 

Waktu ke waktu saya lalui, datang lah seorang pasien baru yang dimasukan bersama dengan saya, dia sangatlah aneh prilaku nya sangat tidak wajar dimana dia suka berteriak dan berbicara sendiri, tak lama kemudian dia dipindahkan karena saya memukuli pria tersebut dengan alasan yang tidak logis. 

Waktu berlalu sekitar 1 minggu saya mulai merasa kehabisan kesabaran hingga saya menendang jeruji besi sangat keras sehingga anak anak pesantren disana datang, mereka juga disebut sebagai pengurus karena dengan sukarela membantu mengurus pasien disana. 

Namun hal miris terjadi disana dimana para anak anak remaja itu yang seumuran dengan saya menantang untuk berkelahi dan masuk lah tiga orang ke dalam sel saya, saya mencoba untuk melawan mereka dengan tendangan kebetulan saya juga salah satu anggota bela diri yang aktif, belum sempat tendangan saya mengenai mereka anak pesantren lain khusus laki-laki merespon dengan memasuki sel dan mulai mengeroyok saya tampa ampun, disana saya pasrah dan menerima semua pukulan dan tendangan mereka, setelah itu mereka memasukan saya ke dalam sel rantai satu kaki dimana kaki saya di rantai dalam ruangan sempit dan pakaian pun dilucuti hingga tanpa busana. 



Disana saya sangat menderita, seluruh wajah saya bengkak dan berdarah namun tetap para pengurus itu sebagian ada yang mengasihani saya dan memberikan beberapa cemilan dan beberapa diantaranya diberikan oleh keluarga sendiri dan donatur. 

Penderitaan bukan cuman sampai disitu, saya sangat sulit untuk tidur karena disana merupakan sarang nyamuk yang tiada hentinya menggigit bahkan buang air pun hanya bisa dilakukan di tempat pada lubang kecil, bahkan saya terkena penyakit kulit yang ganas hingga seluruh badan saya penuh dengan bentol dan luka bernanah hampir di seluruh tubuh yang  menambah penderitaan saya semakin dalam, saya berteriak setiap saat dan mencela setiap orang yang membuat saya begini di setiap detik dan menitnya. Ini merupakan penderitaan yang sangat absolut bagi saya dan tidak bisa di lupakan sampai akhir hayat. 

Sampai ada titik terang dimana saya dipindahkan kedalam jeruji yang agak layak bersama dengan pasien lainya, akhirnya disana saya mendapatkan teman mengobrol dan mulai berbicara apa yang terjadi kepada mereka dan apa yang membuat ini terjadi,  namun sering kali ada pasien yang memberontak secara tidak jelas dan melakukan keributan bahkan menyakiti orang lain, hal yang lucu sekaligus menyebalkan adalah ketika saya diam tiba-tiba diserang secara membabi buta oleh salah satu pasien dengan penyebab yang tidak diketahui. 

Hari demi hari bulan demi bulan saya lewati hingga pada akhirnya ada keluarga yang menjenguk saya, sambil menangis terharu akhirnya saya dibawa pulang ke rumah pada saat itu hati terasa lega dan kembali merasakan kebebasan yang sebelumnya direnggut. 


Posting Komentar

[ADS] Bottom Ads

Menu Halaman Statis

Copyright © 2021

RadenTherader